JUWANA, PATI – Kesatuan Pelaut dan Pekerja Perikanan Indonesia (KP3I) berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pemilu bagi komunitas nelayan di wilayah pesisir Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada 10 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KP3I dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran politik masyarakat nelayan, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KP3I, Sumardi, S.Pi., M.M., Sekretaris Jenderal KP3I, M. Husni, A.Pi., ATT III, serta perwakilan KPU Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Yukiadhistiani, S.IP., M.M., selaku Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat. Turut hadir Dosen IAIN Makassar, Dr. Abdullah, A.Pi., M.M., perwakilan Meylion Datti, A.Pi., M.Si., serta Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Juwana, Drianto, A.Pi.

Dalam kegiatan tersebut, KP3I menegaskan pentingnya memberikan akses informasi kepemiluan kepada masyarakat nelayan dan pelaut. Sebagai bagian dari masyarakat pesisir yang memiliki peran strategis dalam sektor perikanan nasional, nelayan dan pelaut juga memiliki hak serta tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Perwakilan KPU Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Yukiadhistiani, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu harus berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami hak pilih serta mengikuti perkembangan informasi kepemiluan melalui sumber-sumber resmi.

Sementara itu, Dr. Abdullah dari IAIN Makassar mengingatkan masyarakat nelayan agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan berdasarkan hati nurani. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan bangsa di masa mendatang.

Ketua Umum KP3I, Sumardi, S.Pi., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KP3I untuk mendorong keterlibatan nelayan dan pelaut dalam proses demokrasi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Pilihan merupakan hak masing-masing individu. KP3I mengajak seluruh nelayan dan pelaut Indonesia untuk mengikuti setiap tahapan Pemilu dengan baik, memahami hak pilihnya, serta berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Sumardi.

Ia berharap sosialisasi semacam ini dapat memperkuat pemahaman politik masyarakat pesisir, mendorong lahirnya pemilih yang cerdas dan mandiri, serta memastikan suara nelayan dan pelaut turut menjadi bagian penting dalam proses demokrasi nasional.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme para peserta. Sejumlah nelayan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai hal terkait kepemiluan. Partisipasi tersebut menunjukkan pentingnya ruang dialog dan edukasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan ini, KP3I berharap sinergi dengan KPU dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna meningkatkan pendidikan pemilih di kalangan nelayan dan pelaut Indonesia, sekaligus menumbuhkan budaya demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan bertanggung jawab.